Pengantar kata,

Selamat datang dan selamat menikmati ruang-tamuku, Pian diizinkan tengok kanan, tengok kiri menatap ke depan, dan berbalik ke belakang melihat-lihat dinding profilnya seorang Lisahagni. Segala yang tercurah di blog ini nikmatilah seperti sedang melihat-lihat pigura tergantung pada dinding maya ruang-tamuku. Di sudut ruang ada meja kerja yang di atasnya berserakan kertas-kertas dengan coretan-coretan hasil klak-klik-kluk ku. Boleh dibolak-balik karena aku ingin mendapatkan komentar dari you, dengan catatan tentunya yang santun, membangun, dan yang lebih penting adalah tidak membunuh. Maksudnya tidak membunuh semangatku ber klak-klik-kluk. Sebab ada tertulis: "Berbahagialah orang ...... yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, .......Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil"

Aku tidak bersahabat dengan pencemooh, dan tidak mau mati oleh cemoohan, karena aku ingin seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang kuperbuat(demi kebaikan sesama) berhasil.

Akhirnya selamat berlongak-longok, selamat membuka-buka posting, jika haus ambil air sendiri. Air yang bila diminum, tidak membuat haus lagi untuk selama-lamanya, bahkan dari yang minum air itu akan memancarkan air yang tak habis-habisnya bila diambil orang.

Tertarik?

Ambil sendiri!!! hampiri sumur ada di samping.

Jika sudah merasa puas di dalam ruang tamu, silahkan keluar menikmati halaman depan mayaku dengan gerbangnya hampiri gerbang halaman depan, semoga Anda tertarik keindahannya.

Atau Anda ingin masuk ke ruang keluarga, siapa tahu Anda bagian dari kami. Ruangnya terbagi menjadi empat bagian yang dirancang bagaikan sebuah jantung. Ada serambi kanan (silsilah keluarga dari ibunya papaku). Ada serambi kiri (silsilah seluarga dari bapaknya papaku). Ada lagi bilik kanan (silsilah keluarga dari bapaknya mamaku), dan bilik kiri (silsilah keluarga dari emaknya mamaku), tapi maaf yang terakhir ini sementara belum dibuka untuk umum.



====================================

Selasa, 09 November 2010

Sebuah Hadiah Dari Tuhan : Sahabat

---------- Forwarded message ----------
From: Martinez Meinardi <mmeinardi@yahoo.com>
Date: Wed, 10 Nov 2010 00:34:46 +0800 (SGT)
Subject: [i-kan-pesta] Sebuah Hadiah Dari Tuhan : Sahabat
To: Alumni PESTA <i-kan-pesta@hub.xc.org>

PESTA ------------------------------------------------------- ALUMNI
Hari itu adalah hari pertama saya masuk SMA, saya melihat seorang anak dari kelas saya pulang sekolah dengan membawa semua bukunya. Namanya Kyle. Saya berpikir, "Mengapa dia membawa pulang semua bukunya di hari Jumat? Pasti dia orang yang aneh."

Saya sendiri sudah memiliki rencana untuk akhir minggu ini, pesta dan nonton pertandangan sepakbola. Jadi saya mengangkat bahu saya dan kembali berjalan pulang. Dalam perjalanan, saya melihat beberapa anak lain berlari melewati Kyle dan menyenggolnya. Kyle terjatuh, buku-bukunya berhamburan, kacamatanya terlempar dan saya berdiri sekitar sepuluh kaki di belakangannya. Saya melihat matanya terlihat sangat sedih. Hati saya merasa kasihan, jadi saya mendekatinya dan membantunya bangun.

Saat saya menemukan kaca matanya dan memberikan kepadanya, saya berkata, "Anak-anak itu pecundang. Mereka harusnya agak menjauh tadi."

Dia menatap saya dan berkata, "Terima kasih!" Terlihat sebuah senyum yang besar di wajahnya.

Senyum itu benar-benar tulus yang mengungkapkan rasa terima kasih. Saya membantunya memunguti bukunya yang berhamburan, dan bertanya dimana dia tinggal. Ternyata dia tinggal tidak jauh dari saya. Tapi saya belum pernah melihat dia di lingkungan saya sebelumnya, jadi saya bertanya. Kyle mengatakan dia sebelumnya mengikuti sekolah khusus.

Sepanjang perjalanan pulang, kami banyak berbincang dan saya membawakan beberapa bukunya. Ternyata dia anak yang cukup asik. Saya mengajaknya untuk bermain bola Sabtu besok dengan teman-teman saya, dan dia menjawab, "ya."

Semakin saya mengenal Kyle, semakin saya suka dengannya. Selama empat tahun kemudian, kami menjadi teman baik. Hingga hari kelulusan menjelang, Kyle yang lulus dengan nilai terbaik diminta untuk menyampaikan pidato perpisahan. Saya sangat bersyukur, bukan saya yang diminta untuk menyampaikan pidato itu.

Pada hari kelulusan saya bertemu dengan Kyle. Dia terlihat sangat hebat. Dia adalah salah satu dari pria-pria yang favorit semasa SMA. Sangat bersemangat dan terlihat gagah dengan kacamatanya. Lebih banyak gadis yang menyukai dia dari pada saya. Terkadang saya iri juga kepadanya.

Saya lihat dia sangat gugup menjelang pidatonya, jadi saya pukul dia dari belakang, "Hei bung, kamu pasti hebat!" Dia melihat saya dan tersenyum. "Terima kasih," ungkapnya.

Ketika dia mulai berpidato, dia menarik nafas panjang dan mulai berkata, "Kelulusan adalah waktu untuk berterima kasih kepada mereka yang menolong kita menjalani tahun-tahun yang berat. Orang tua Anda, guru Anda, saudara Anda, mungkin pelatih.., tetapi yang terutamama adalah teman-teman. Saya disini untuk memberi tahu Anda bahwa menjadi teman seseorang adalah hadiah terindah yang bisa Anda berikan. Saya akan menceritakan sebuah cerita kepada Anda."

Saya hanya memandang sahabat saya itu dengan rasa tidak percaya, ketika ia menceritakan perjumpaan pertama kali kami saat ia jatuh dengan buku-bukunya itu. Saat itu dia sedang merencanakan untuk bunuh diri di akhir minggu itu. Dia mengatakan sengaja membawa semua benda miliknya pulang, sehingga ibunya tidak perlu lagi melakukannya nanti. Dia memandang lurus pada saya dan tersenyum, "Untunglah saya diselamatkan. Sahabat saya telah melakukan sesuatu yang tidak terkatakan."

Saya mendengar tepuk tangan dari kerumunan bagi pria gagah yang menceritakan masa terlemah dalam hidupnya itu. Saya melihat ayah dan ibunya memandang saya dengan senyuman penuh terima kasih. Hingga saat ini, saya tidak pernah tahu bahwa apa yang saya lakukan ternyata berdampak begitu besar.

Jangan pernah menganggap remeh tindakan-tindakan kecil Anda yang Anda lakukan, karena tanpa Anda sadari hal tersebut mengubah kehidupan orang lain. Tuhan menaruh dalam hidup setiap oprang untuk memberi dampak bagi kehidupan orang lain dengan berbagai cara yang unik. Jadi setiap kali Anda melihat kesempatan untuk berbuat baik, lakukanlah dengan sebuah
ketulusan dan sukacita. Anda tidak akan pernah tahu bahwa senyuman Anda atau uluran tangan Anda telah menyelamatkan jiwa seseorang.

Sumber : Inspirationalstories.com


With GOD's Love

--------------------------------------------------------------------
Alamat bergabung: < subscribe-i-kan-pesta(at)hub.xc.org >
Alamat membatalkan: < unsubscribe-i-kan-pesta(at)hub.xc.org >
Arsip Berita PESTA: http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta
Situs PESTA: http://www.pesta.org/
Facebook PESTA: http://fb.sabda.org/pesta
Twitter PESTA: http://twitter.com/sabdapesta

Tidak ada komentar: